Aku ingin menceritakan kejadian malam itu dengan panjang. Namun, tidak bisa. Karena, jujur saja, tidak banyak yang terjadi. Hari itu, bahkan hari sebelumnya, dipenuhi kejadian yang datang tanpa jeda. Aku sempat khawatir tubuhku tidak akan mampu bertahan. Tapi nyatanya, di sini aku berada, di rumah sakit, berjalan cepat bersama Aarav menuju kamar tempat Papa dirawat. Saat melangkah masuk, aku sempat ingin berteriak ‘Papa’, tapi kutahan. Ini bukan kamar pribadi. Ada beberapa pasien lain, dipisahkan hanya dengan tirai-tirai tipis. Papa berada di ujung, dekat jendela. Aku membuka tirainya pelan. Di sana, Mama duduk di samping tempat tidur. Mereka tampak sedang mengobrol pelan. Begitu melihatku, ekspresi mereka berubah. Ada lega, ada senang, dan tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka saat menyadari aku tidak datang sendirian. Aku tidak sempat menjelaskan. Bahkan memperkenalkannya pun tidak. Aku langsung menghampiri Papa, menanyakan keadaannya, juga kenapa Mama tidak langsung memberit...
NOVEL NARA
Sebuah blog dari seseorang yang hobi mengetik.