Skip to main content

Posts

Lika-Liku Seru Sera - Bagian 5

Aku ingin menceritakan kejadian malam itu dengan panjang. Namun, tidak bisa. Karena, jujur saja, tidak banyak yang terjadi. Hari itu, bahkan hari sebelumnya, dipenuhi kejadian yang datang tanpa jeda. Aku sempat khawatir tubuhku tidak akan mampu bertahan. Tapi nyatanya, di sini aku berada, di rumah sakit, berjalan cepat bersama Aarav menuju kamar tempat Papa dirawat. Saat melangkah masuk, aku sempat ingin berteriak ‘Papa’, tapi kutahan. Ini bukan kamar pribadi. Ada beberapa pasien lain, dipisahkan hanya dengan tirai-tirai tipis. Papa berada di ujung, dekat jendela. Aku membuka tirainya pelan. Di sana, Mama duduk di samping tempat tidur. Mereka tampak sedang mengobrol pelan. Begitu melihatku, ekspresi mereka berubah. Ada lega, ada senang, dan tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka saat menyadari aku tidak datang sendirian. Aku tidak sempat menjelaskan. Bahkan memperkenalkannya pun tidak. Aku langsung menghampiri Papa, menanyakan keadaannya, juga kenapa Mama tidak langsung memberit...

Lika-Liku Seru Sera - Bagian 4

Aku ingat, waktu itu bulan Desember. Kuliah sedang libur, dan itu berarti satu hal bagiku–bekerja full time . Pagi itu, sekitar pukul delapan, aku naik kereta lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Udara dingin menemani langkahku. Tidak lama kemudian, aku sampai dan membuka pintu. Di dalam, seperti biasa, owner bakery ini, Bu Fatma sudah ada bersama anaknya. Mereka sudah sibuk sejak pagi buta, menyiapkan roti dan berbagai produk dari nol. Aroma adonan dan biji kopi yang kuat langsung menyambutku begitu masuk. “Pagi, Bu.” “Pagi, Sera,” jawab Bu Fatma sambil tersenyum. Anaknya juga menyapaku singkat sebelum kembali fokus dengan pekerjaannya. Pemandangan itu sudah sangat akrab bagiku. Selama ini, mereka berdua yang selalu membuat semua produk di toko ini. Bu Fatma biasanya ikut menjaga toko sampai aku datang dan menggantikannya. Aku bersiap masuk ke ruang kecil di belakang untuk berganti pakaian. Namun sebelum sempat melangkah jauh, suara Bu Fatma memanggilku. “Sera, kuliahnya...