Skip to main content

Posts

Lika-Liku Seru Sera - Bagian 3

Bagian 3 “Ra, mau nggak jadi pacar gue?” Aku masih ingat kalimat itu dengan jelas, menggema di ruang kelas kosong, tanpa suara lain kecuali suara sapu yang bergesekan dengan lantai. Cahaya sore mulai masuk dari jendela, menerangi dirinya, diriku dan beberapa teman lainnya. Waktu itu pertengahan kelas sebelas. Kami sedang piket setelah jam pelajaran berakhir. Tiba-tiba saja, ia, cowok yang cukup sering satu kelompok denganku ketika ada tugas kelompok sekolah, menyatakan cintanya seperti itu kepadaku. Apakah bisa kubilang ‘menyatakan cinta’? Apa-apaan pemilihan kata-kata pada kalimat itu? Juga dengan pemilihan waktu serta tempatnya. Itu membuatku terdiam cukup lama. Bukan karena tersentuh, tapi lebih karena terdengar aneh. Maksudku, lebih karena tidak menyangka. Aku mencoba mengingat kembali interaksi kami selama ini, mencari tanda-tanda yang mungkin terlewat. Kami tidak dekat, tapi juga tidak asing. Beberapa detik terasa panjang, baginya dan bagiku. Di dalam diam itu, aku justru memikir...